Dikutip dari CNN Money, Senin (6/3), tahun lalu, pemerintah China menyuntikkan sejumlah stimulus untuk mempertahankan laju ekonominya.
Meskipun utang korporasi membengkak, investasi publik di sektor infrastruktur dan kredit perbankan tahun lalu tetap meroket.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemerintah juga menekankan kembali adanya transisi ekonomi dari tradisional atau bergantung pada industri manufaktur berkualitas rendah dan investasi pemerintah pada infrastruktur.
Buka Lapangan Kerja
Selain itu, pemerintah juga menargetkan bisa menciptakan 11 juta lapangan kerja baru di kawasan perkotaan tahun ini. Target itu lebih rendah dari 13,1 juta lapangan kerja baru yang dibuka tahun lalu.
"Diperhalus oleh tenaga statistik pemerintah dan kelemahan pada penghitungan data Pendapatan Domestik Bruto (PDB) berarti gambaran resmi pertumbuhan ekonomi tidak lagi jadi akuran yang andal untuk mengukur kinerja ekonomi China," dikutip dari hasil riset Capital Economics.
Tahun lalu, pemerintah China mengumumkan angka pertumbuhan kuartalan sebesar 6,7 persen pada kuartal I, II, dan III. Hal ini biasanya tidak lazim terjadi pada perekonomian yang sedang ekspansi secara cepat.
Kredibilitas data resmi juga kembali dipertanyakan pada Januari lalu saat gubernur salah satu provinsi yang mengandalkan industri mengakui bahwa pemerintah telah salah melaporkan lonjakan pertumbuhan ekonomi selama bertahun-tahun. (gen)