Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga menjelaskan, infrastruktur dibangun untuk menunjang bisnis seluler, broadband, dan lainnya sepanjang tahun lalu. Salah satunya, membangun jaringan backbone serat optik sepanjang 24.700 kilometer (km), baik terestrial maupun kabel laut.
Dengan demikian, Telkom memiliki jaringan backbone serat optik menjadi 106.600 km sepanjang tahun lalu. Total tersebut juga termasuk jaringan kabel laut SEA-ME-WE-5 yang menghubungkan Indonesia dengan Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari belanja yang digelontorkan itu, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun lalu. Di mana bisnis voice dan SMS seluler menyumbang pendapatan paling tinggi sebesar Rp54,45 triliun.
Sehingga, perusahaan berhasil meraup total pendapatan sebesar Rp116,33 triliun, naik 13,52 persen dibandingkan sebelumnya Rp102,47 triliun. Pertumbuhan ini otomatis membuat laba bersih perusahaan naik 24,94 persen menjadi Rp19,35 triliun dari Rp15,48 triliun.
"Kinerja keuangan yang baik tersebut didukung oleh bisnis data, internet & IT yang meningkat pesat sebesar 28,2 persen dibandingkan 2015 dan memberikan kontribusi sebesar 37,2 persen dari total pendapatan 2016," sambung Alex.
Perusahaan juga mencatat, jumlah pengguna fixed broadband sebanyak 4,3 juta pelanggan, naik 8,8 persen dari tahun 2015 yang tercatat sebanyak 4 juta pelanggan. Sementara, pelanggan seluler telkomsel sepanjang tahun lalu naik 13,9 persen menjadi 173,92 juta pelanggan.
"Pertumbuhan yang cukup tinggi tersebut diperoleh berkat keberhasilan Telkomsel melaksanakan transformasi bisnis digital dan pertumbuhan yang sehat pada legacy business," imbuhnya.
Untuk diketahui, perusahaan juga menambah 25.744 base transceiver station (BTS) baru. Di mana 92,4 persen diantara BTS baru tersebut merupakan BTS 3G/4G. (gir)