Hal tersebut juga dilakukan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang mewakili Indonesia dalam acara ASEAN Economic Miniters Retreat di Pasay City, Manila, Filipina.
Menurut Enggar, sapaan akrabnya, langkah itu diambil negara-negara ASEAN pasca ketidakjelasan perjanjian perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik negaranya dari kesepakatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut enam negara mitra dagang ASEAN lainnya adalah China itu sendiri, lalu Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, dan India.
Enggar mengatakan, kesepakatan RCEP punya arti penting bagi perekonomian negara-negara yang tergabung di dalamnya.
“Tidak ada satu pun negara di dunia yang bisa tumbuh sendiri tanpa ada kerja sama dengan negara lain," tegasnya.
Di sisi lain, tanpa adanya kerja sama dengan negara lain, maka pelaku usaha dan industri tanah air akan sulit memasarkan produk hasil produksinya ke luar negeri.
"Kalau kita bisa terlibat dan membuat kesepakatan, ini pasar yang akan kita buka, itu memberi peluang yang besar bagi pelaku usaha kita," sambungnya.
Enggar berharap, perundingan terkait RCEP yang melibatkan 10 negara ASEAN dengan 6 negara mitra dagangnya bisa rampung sebelum akhir tahun ini, dan bisa mulai diterapkan pada tahun depan.
"Kita mengejar waktu agar tahun ini juga bisa diselesaikan," tandas dia. (gen)