Pasalnya usai program tax amnesty rampung, pemerintah masih harus dipusingkan untuk menambal defisit anggaran yang diperkirakan tidak akan cukup ditutup dari penerimaan program tersebut.
"Memang dividen ini masih dijadikan cara oleh pemerintah untuk meningkatkan penerimaan. Logikanya, kalau dilihat dari tahun lalu, NPL, likuiditas dan laba itu performanya kurang bagus, kalau mau jujur ya arah pemerintah ya seperti itu," ujar Bhima kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara total angka rasio kredit bermasalah (NPL) gross Bank Mandiri pada akhir tahun lalu menembus 4 persen, naik 1,4 persen jika dibandingkan dengan NPL tahun 2015 yang mencapai 2,5 persen. Meski dengan prestasi yang merosot itu, Bank Mandiri dengan berani menyisihkan 45 persen labanya untuk dibagi-bagi ke pemegang saham.
Saat ini, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BTN berada di level 203 persen, apabila dipotong dengan dividen, rasio kecukupan modal CAR BTN turun ke level 19,7 persen. Namun dengan ekspansi kredit tahun ini, diperkirakan CAR BTN akan melorot lagi hingga level 17 persen.
"Jadi dengan dividen hanya 20 persen, BTN diberikan kemudahan untuk menambah modalnya," jelas Maryono.
Ilustrasi jumlah dividen bank BUMN. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)