Berdasarkan riset PT Bahana Sekuritas, pasangan calon no.2 yakni Ahok-Djarot, diperkirakan mungkin mengantongi perolehan suara sebesar 49,4 persen yang berasal dari partai politik pendukung yakni PDI-P, Golkar, Nasdem dan Hanura sekitar 24,7 persen.
Sementara, pemilih di luar partai politik diperkirakan menyumbang suara sekitar 22,8 persen. Sedangkan kisaran pemilih yang masih mungkin mengubah pilihannya mencapai 1,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Debat Pilkada DKI Jakarta putaran I. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sumbangan dari partai politik pendukungnya seperti Gerindra dan PKS diperkirakan hanya sebesar 16,5 persen, sumbangan dari suara pemilih yang masih mungkin mengubah pilihannya diperkirakan mencapai 5,3 persen.
Perusahaan efek pelat merah ini meyakini, keriuhan politik di ibu kota negara terbesar se-Asia Tenggara ini, tidak terlalu mempengaruhi pergerakan pasar khususnya indeks harga saham gabungan (IHSG), pasalnya fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat.
“Sehingga Bahana meyakini perkiraan indeks mencapai level 6.000 pada akhir tahun ini semakin kuat dan bahkan level tersebut bisa terjadi sebelum akhir tahun ini, bila pemerintah mempercepat belanja untuk infrastruktur. Saat ini indeks bergerak dikisaran 5.555,” jelas Harry.
Katalis Bukan dari Pilkada
Katalis yang mendukung hal itu salah satunya kemungkinan Indonesia mendapatkan rating investment grade dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P). Pasalnya, kemarin perwakilan S&P menemui Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta untuk membicarakan kembali masalah fiskal, pajak dan anggaran Indonesia.
Dalam beberapa hari kedepan, S&P juga akan berbicara dengan kebijakan moneter Bank Indonesia serta dengan Menteri Keuangan. S&P mengunjungi Indonesia untuk melakukan update rating yang akan dilakukan pada Juni mendatang.
Stabilnya nilai tukar terhadap dolar dalam beberapa bulan terakhir ini, meski the Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,25 persen pada bulan ini, ternyata tidak terlalu mempengaruhi perekonomian Indonesia.
“Sementara itu, neraca transaksi berjalan diperkirakan defisit sekitar 2,1 persen pada akhir tahun dan cadangan devisa Indonesia masih akan stabil kuat dikisaran US$120 miliar,” kata Harry.
Dengan berbagai faktor pendukung yang memberi support bagi perekonomian Indonesia pada tahun ini, beberapa saham emiten rekomendasi dari Bahana Sekuritas di antaranya saham otomotif seperti PT Astra International Tbk (ASII), saham komoditas PT United Tractor Tbk (UNTR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), saham ritel termasuk PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan saham konstruksi seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Debat Pilkada DKI Jakarta putaran I. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)