Proyek ini dibangun melalui salah satu lini bisnisnya yang berbasis properti atau melalui PT MNC Land Tbk (KPIG). Menurutnya, properti merupakan salah sektor bisnis yang menjadi fokus MNC Group.
"Kami memulai bisnis properti pada tahun 2010, dan menjadi fokus kedua dari MNC Group setelah bisnis finansial," ungkap Hary, Jumat (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembebasan lahan sudah dimulai, masih bertahap, masih berjalan," ucap Daniel secara singkat.
Namun, pihak manajemen belum memutuskan apakah proyek ini akan menggandeng mitra baru atau dibangun sepenuhnya oleh MNC Land.
"Belum tau, ini proyeknya belum dapat dipublikasi banyak," imbuhnya.
Secara terpisah, Wakil Direktur MNC Land Herman Bunjamin menyebut, perusahaan tengah menunggu arahan dari Hary Tanoe untuk memulai konstruksi dari proyek kawasan kota mandiri tersebut.
"Saya belum tahu, tapi begitu Pak Hary Tanoe katakan jalan, ya kami jalan," terang dia.
Tak hanya itu, MNC Land juga tidak menutup kemungkinan untuk menambah akuisisi lahan di Lido sebanyak 1.000 ha. Kemudian, Herman juga tidak mengelak untuk menambah lahan di Bali, meski total lahan yang dibutuhkan untuk membangun hotel sudah selesai diakuisisi.
"Pak Hary tidak pernah diam, pemikirannya selalu jalan, berkembang. Terus bergerak," tandas Herman.