Setelah 10 Tahun, Sukandar Lepas Kursi Bos Krakatau Steel

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 30/03/2017 00:44 WIB
Setelah 10 Tahun, Sukandar Lepas Kursi Bos Krakatau Steel Pemegang saham Krakatau Steel menunjuk Mas Wigrantoro Roes Setiyadi sebagai Dirut baru perseroan menggantikan Sukandar dalam RUPS hari ini. (ANTARA FOTO/Lucky R.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama baru pemimpin PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) resmi disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Rabu (29/3). Kursi yang sudah 10 tahun diduduki oleh Sukandar, kini diserahkan para pemegang saham kepada Mas Wigrantoro Roes Setiyadi.

Secara pribadi, Sukandar menyatakan rasa terima kasihnya kepada segenap direksi Krakatau Steel lainnya. Ia berharap, kinerja Krakatau Steel dapat lebih baik lagi dengan nahkoda baru.

"10 tahun itu bukan waktu yang singkat. Semoga Krakatau Steel bisa jauh lebih baik dan lebih besar pada masa yang akan datang. Selamat bertugas, seperti diketahui tugas ini tidak ringan karena ingin menjadi pemain pertama," papar Sukandar secara singkat, Rabu (29/3).


Sayangnya, RUPST ini tidak dihadiri oleh direktur utama yang baru. Namun begitu, Direktur SDM dan Pengembangan Usaha Imam Purwanto menyebut, perusahaan masih pada target yang sama dengan apa yang sudah di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017.

Setelah 10 Tahun, Sukandar Lepas Kursi Bos Krakatau SteelPabrik baja PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) di Cilegon, Banten. (Dok. Krakatau Steel)


"Kami belum diskusi dengan pemimpin yang baru, tapi pasti paling tidak RKAP 2017 harus terpenuhi," terang Imam.

Dalam RKAP 2017 sendiri, perusahaan menargetkan ada pertumbuhan dari sisi penjualan produk baja sebesar 27,96 persen menjadi 2,86 juta ton dibandingkan dengan realisasi tahun 2016 yakni, 2,23 juta ton.

Kemudian, perusahaan juga menargetkan laba tahun berjalan sebesar US$660 ribu atau berbanding terbalik dari realisasi 2016 yang masih merugi US$180,72 juta.

Adapun, untuk perbandingan liabilitas dan ekuitas terhadap aset pada 2017 ditargetkan sebesar 57,1 persen dan 42,9 persen. Kemudian, rasio utang terhadap ekuitas ditargetkan 1,33 kali.

Sekadar informasi, perusahaan merugi sebesar US$171,69 juta pada tahun 2016. Meski masih merugi, angka tersebut terbilang turun 46,35 persen dibandingkan dengan 2015 sebesar US$320,02 juta.

Sementara, pendapatan perusahaan tumbuh tipis 1,51 persen menjadi US$1,34 miliar dari sebelumnya US$1,32 miliar. Dengan kinerja yang masih merugi tersebut, maka perusahaan belum dapat membagikan keuntungan (dividen) kepada pemegang saham.