"Kesempatan bagi Indonesia meraih peluang yang lebih besar dengan adanya masalah brexit (britania exit) ," ujarnya usai acara Academic Talks yang membahas mengenai potensi hubungan dagang Indonesia-Inggris pasca brexit, dikutip Antara, Senin (3/4).
Lebih lanjut ia menuturkan, tantangan dan prospek ekonomi global dapat memengaruhi ekonomi lokal. Perkembangan global diikuti harga komoditas yang tinggi. Ini berarti, terdapat risiko dari komoditas yang memberikan tekanan bagi perekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menerangkan, perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa tetap berlaku, meski Inggris mengeluarkan diri dari persekutuan Uni Eropa.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, peringkat ekspor Indonesia ke Inggris di urutan ke-21, dengan nilai ekspor sebesar US$1,59 miliar di sepanjang tahun lalu. Jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar US$1,52 miliar, maka kenaikannya hanya 4,12 persen.