Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada menjelaskan, posisi beli asing pada perdagangan kemarin terus bertambah menjadi Rp1,9 triliun dari sebelumnya Rp1,31 triliun. Selain itu, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh rilis kinerja emiten kuartal I 2017 yang membaik.
"Ada potensi kenaikan lanjutan pada pergerakan indeks. Dengan demikian, IHSG akan berpeluang menuju ke level resisten di area 5.742 dan 5.758," terang Reza dalam risetnya, dikutip Kamis (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kembali menguatnya laju rupiah setelah sempat melemah tipis turut menambah sentimen positif bagi pergerakan IHSG," tambahnya.
Untuk itu, ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.684 dan resisten 5.754. Sementara itu, nilai tukar rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp13.230-Rp13.335.
Namun, Edwin mengingatkan pelaku pasar untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi saham di PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) karena belum juga melaporkan kinerja tahunan 2016.
"Jika sampai akhir April belum juga merilis laporan keuangan, maka berpotensi didenda pihak otoritas bursa," jelas Edwin.
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat 45,73 poin (0,8 persen) ke level 5.726 setelah bergerak di antara 5.679-5.726.