Direktur Utama Indosat Alexander Rusli menjelaskan, hal ini turut berimbas pada pendapatannya bulan ini karena terdapat beberapa tanggal merah sepanjang bulan April. Namun, hal itu dianggap sebagai hal yang wajar dan tak mengejutkan bagi perusahaan.
"Kan itu bukan libur kaget, melainkan sudah diketahui," ujar Alexander, Kamis (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rentang angka penurunan pendapatan tersebut, lanjut Alexander, telah terjadi setiap tahunnya. Dengan demikian, manajemen tak terlalu khawatir kinerja perusahaan akan turun karena adanya beberapa hari libur.
Namun, penurunan pendapatan ini akan terbayar lebih jelang momen Lebaran. Pasalnya, masyarakat akan banyak melakukan komunikasi dengan keluarga masing-masing dalam melakukan silaturahmi. Selain itu, masyarakat juga akan menyiapkan paket dan pulsa tiga hari sebelum Lebaran.
"Ramai kalau Lebaran, tiga hari sebelum Lebaran dan tujuh hari setelah Lebaran itu pertumbuhan untuk semua operator. Satu hari sebelumnya itu biasanya malah terjadi crash karena semua orang memaksimalkan paketnya sebelum Lebaran. Kenaikannya bisa 2,5 kali," terang dia.
Sekadar informasi, Indosat meraup laba bersih Rp1,1 triliun pada 2016, berbalik dari rugi bersih Rp1,3 triliun di tahun sebelumnya karena kenaikan pendapatan dan untung selisih kurs.
Total pendapatan yang diraih perusahaan sebesar Rp29,2 triliun atau naik sembilan persen. Kemudian, keuntungan atas selisih kurs bersih di tahun 2016 sebesar Rp273,8 miliar, sedangkan tahun lalu tercatat rugi selisih kurs bersih senilai Rp1,29 triliun.