“Indosat membukukan laba sebesar Rp845,4 miliar, dibandingkan rugi yang dicatatkan di sembilan bulan awal 2015 yang utamanya disebabkan oleh laba operasional yang sehat dan didorong oleh penurunan beban finansial sebesar 22,5 persen, serta peningkatan laba dari selisih kurs sebesar 121,7 persen,” jelas manajemen dalam memo kepada investor, Rabu (16/11).
Adapun pendapatan Indosat tercatat sebesar Rp21,52 triliun pada sembilan bulan awal 2016, naik sebesar 9,9 persen dibandingkan periode yang sama 2015. Layanan Selular, Data Tetap (MIDI), dan Telepon Tetap Indosat masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83 persen, 14 persen, dan 3 persen terhadap pendapatan usaha konsolidasian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Pendapatan Data Tetap (MIDI) meningkat sebesar 6,7 persen dibandingkan 9B 2015, utamanya disebabkan pertumbuhan bisnis layanan - layanan IT yang dikontribusi dari Lintasarta. Pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) turun sebesar 16,9 persen akibat penurunan trafik incoming dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Untungnya, Indosat mencatat keuntungan atas selisih kurs bersih sebesar Rp408,3 miliar dibandingkan kerugian selisih kurs bersih sebesar Rp1,88 triliun pada periode yang sama 2015. Hal itu disebabkan oleh apresiasi rupiah terhadap dolar AS. (gir/ags)