2018, Pertamina Janji Tuntaskan Depot Avtur Bandara Kertajati

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 04/05/2017 12:21 WIB
2018, Pertamina Janji Tuntaskan Depot Avtur Bandara Kertajati Pertamina menghabiskan dana US$36 juta untuk membangun depot avtur Bandara Kertajati berkapasitas 8 ribu kilo liter. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) berkomitmen menyelesaikan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati maksimal pada awal 2018 mendatang. Target ini dipasang sesuai tingkat kemajuan (progress) bandara yang kini sudah mencapai 40 persen dan diperkirakan selesai tahun depan.

Direktur Pemasaran Pertamina M. Iskandar menuturkan, pengerjaan DPPU saat ini berjalan lancar. Beberapa pengerjaan yang dilakukan terdiri dari sambungan pipa hydrant di 40 titik di sekitar lokasi DPPU dan konstruksi tangki dengan kapasitas 8 ribu kilo liter (kl). Namun, pada tahap awal realisasinya, DPPU di bandara Kertajati baru bisa menampung 2x3 ribu kl.

"Kami harapkan 2018 bisa rampung pembangunannya seiring penyelesaiannya bandaranya juga. Dengan harapan konsumsi 300 hingga 400 kl per hari, DPPU ini bisa menampung avtur hingga 20 hari. Investasi yang dikeluarkan oleh kami mencapai US$36 juta," jelas Iskandar, Kamis (4/5).


Lebih lanjut ia menerangkan, nantinya pasokan avtur akan didatangkan dari kilang perusahaan di Balongan. Untuk menyalurkan avtur, perusahaan mengirimkannya melalui jaringan pipa Balongan dan Jakarta atau melalui mobil tangki dari kilang Balongan.

"Untuk menyalurkan avtur bisa melalui dua moda, lewat pipa dan mobil tangki. Pipa dari kilang itu panjangnya 60 kilometer (km)," lanjutnya.

Untuk memperkuat komitmen pembangunan, perusahaan juga menandatangani perjanjian kerja sama lanjutan dengan PT BIJB yang dilakukan pada hari ini. Selain itu, kerja sama ini juga ditentukan masa pengelolaan DPPU selama 30 tahun.

"Dan ini sinergi yang baik antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Apalagi, bandara ini bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional kedepannya," jelasnya.

Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra menuturkan, bandara Kertajati sedianya sudah bisa beroperasi pada bulan Februari 2018. Sehingga, ia berharap kapasitas DPPU Pertamina mumpuni untuk melayani seluruh penerbangan di Kertajati pada periode tersebut.

Ia menambahkan, bisnis avtur di bandara Kertajati juga terbilang menguntungkan karena pengunjung bandara Kertajati diperkirakan akan bertumbuh setiap tahunnya.

"Di Jawa Barat ini wisatawan domestik ini ada 30 juta orang per tahunnya dan 2 juta wisatawan mancanegara, jadi bandara ini bisa mengakomodasi beberapa bagian dari situ," imbuh Virda.