Setelah Tol Cipali, Astratel Siap Akuisisi Satu Lagi Ruas Tol

CNN Indonesia
Selasa, 09 Mei 2017 10:39 WIB
Akuisisi tersebut sebagai upaya perusahaan untuk merealisasikan target pengembangan ruas tol sepanjang 500 kilometer hingga 2020 nanti.
Akuisisi tersebut sebagai upaya perusahaan untuk merealisasikan target pengembangan ruas tol sepanjang 500 kilometer hingga 2020 nanti. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Astratel Nusantara berencana menambah panjang portofolio ruas jalan tolnya tahun ini. Setelah resmi mengakuisisi ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dengan kepemilikan 45 persen, anak usaha PT Astra International Tbk tersebut mengincar satu ruas tol lagi yang terletak di Pulau Jawa.

Direktur Astratel Nusantara Wiwiek D Santoso mengatakan, strategi menambah rual tol sebagai upaya pengembangan jalan tol di Pulau Jawa. "Tahun ini sih kayaknya ada satu lagi yang akan closing. Saya harap, bisa closing tahun ini, kami lihat dulu ya kan masih awal bulan nih. Semoga masih ada satu lagi," ujarnya, Senin (8/5).

Namun demikian, Wiwiek masih merahasiakan ruas tol mana yang akan diakuisisi oleh perusahaan. Yang pasti, Astratel menargetkan dapat memiliki ruas tol sepanjang 500 kilometer (km) hingga 2020 mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang Astratel memiliki hak konsesi jalan tol kurang lebih 353 km," terang dia.

Beberapa ruas tol yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Astratel, yakni tol Tangerang-Merak 72,45 km, tol Jombang-Mojokerto 40,5 km, tol Kunciran-Serpong 11,2 km, tol Semarang-Solo 72,6 km, Serpong-Balaraja 40 km, dan tol Cikopo-Palimanan 116 km.

Astratel terus melakukan peninjauan terhadap beberapa ruas tol demi menambah aset perusahaan. Bahkan, Wiwiek mengaku, bukan tidak mungkin jika Astratel melakukan akuisisi terhadap beberapa ruas tol yang dimiliki PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang berada di Pulau Jawa.

"Ya, kami lihatlah kalau cocok. Pemainnya kan sebenarnya itu-itu saja ya. Jadi, ngobrolnya sama itu-itu saja lagi, tetapi kan banyak faktor yang harus dilihat," imbuhnya.

Sementara itu, selain terus mengembangakan portofolionya di jalan tol, perusahaan juga serius mengembangkan proyek pelabuhannya di Penajam, Balikpapan. Namun, dana yang diperlukan dalam pengembangan tersebut diakui tidak sebesar apabila mengembangkan jalan tol.

"Kami kan juga ada pelabuhan di Penajam, kami juga sedang kembangkan pelabuhan itu," kata Wiwiek.

Asal tahu saja, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp4 triliun di tahun ini. Terkait rencana penambahan ruas jalan tol hingga 500 km pada 2020 mendatang, perusahaan belum menghitung jumlah dana yang dibutuhkan.

"Bayangan investasi belum kami hitung. Karena, kan apakah mau akuisisi atau inisiasi sejak awal. Akuisisi lebih mahal dibandingkan ikut tender," pungkasnya. Add as a preferred
source on Google