Biayai Distribusi BBM, AKR Corporindo Rilis Obligasi Rp1 T
CNN Indonesia
Selasa, 09 Mei 2017 10:09 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT AKR Corporindo Tbk bakal menerbitkan surat utang (obligasi) sebesar Rp1 triliun melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap I Tahun 2017. Seri A dari obligasi ini bertenor lima tahun dan seri B memiliki jangka waktu tujuh tahun.
Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengungkapkan, raihan dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi itu rencananya akan digunakan sebagai modal untuk pembelian segmen distribusi perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar.
"Untuk pembayaran bunga dilakukan secara triwulan," ujar Suresh melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (9/5).
Suresh menambahkan, masa penawaran awal (bookbuilding) telah dilakukan pada 8 Mei kemarin, dan akan dilanjutkan hingga 22 Mei mendatang. Sehingga, perusahaan berharap mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 Juni 2017.
"Masa penawaran umum dijadwalkan pada tanggal 6 Juni-8 Juni 2017, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 14 Juni 2017," terang Suresh.
Ia menjelaskan, obligasi ini telah mengantongi rating dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Salah satu lembaga pemeringkat itu memberikan rating idAA-.
Adapun, perusahaan mempercayai PT BCA Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara, PT Bank Mega Tbk (MEGA) bertindak sebagai wali amanat.
Sekadar informasi, emiten berkode AKRA ini memiliki lima lini bisnis usaha yang terdiri dari, distribusi BBM, distribusi bahan kimia dasar, jasa logistik, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), dan pabrikan. Add
as a preferred
source on Google
Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengungkapkan, raihan dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi itu rencananya akan digunakan sebagai modal untuk pembelian segmen distribusi perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar.
"Untuk pembayaran bunga dilakukan secara triwulan," ujar Suresh melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa penawaran umum dijadwalkan pada tanggal 6 Juni-8 Juni 2017, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 14 Juni 2017," terang Suresh.
Adapun, perusahaan mempercayai PT BCA Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara, PT Bank Mega Tbk (MEGA) bertindak sebagai wali amanat.
Sekadar informasi, emiten berkode AKRA ini memiliki lima lini bisnis usaha yang terdiri dari, distribusi BBM, distribusi bahan kimia dasar, jasa logistik, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), dan pabrikan. Add
as a preferred source on Google