Jelang Lebaran, Pertamina Awasi Distribusi BBM di Jawa Tengah

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Senin, 22/05/2017 13:16 WIB
Jelang Lebaran, Pertamina Awasi Distribusi BBM di Jawa Tengah Jawa Tengah dianggap sebagai wilayah terpadat yang dilalui kendaraan pada masa-masa lebaran, pertemuan yang menghubungkan pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mengawasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan ketat di Jawa Tengah di masa arus mudik dan arus balik hari raya Idul Fitri mendatang. Pasalnya, wilayah tersebut dianggap sebagai wilayah terpadat yang dilalui kendaraan pada masa-masa lebaran.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengungkapkan, Jawa Tengah merupakan jalur utama yang menghubungkan pemudik dari Jakarta dan Jawa Barat menuju Jawa Timur. Selain itu, banyak ruas tol di Jawa Tengah yang pertama kali menangani arus mudik mendatang.

Makanya, jangan heran apabila perusahaan menargetkan pertumbuhan konsumsi BBM di Jawa Tengah sebesar 25,8 persen dibanding rata-rata konsumsi hariannya.

"Karena di Jawa Tengah kami prediksi bahwa masih akan terjadi hiruk pikuk kemacetan. Penumpukan jalur mudik akan terjadi di Jawa Tengah, sehingga kami di sana siapkan antisipasi peningkatan cukup besar," ujarnya, Senin (22/5).


Ia melanjutkan, penanganan BBM di Jawa Tengah tahun ini dianggap intens pasca tragedi tol Brebes Exit (Brexit), dimana kemacetan bisa terjadi berhari-hari dan pemudik tak bisa mendapatkan BBM. Karenanya, ada beberapa antisipasi yang siap dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut.

Iskandar menauturkan, perusahaan akan bekerja sama dengan Kepolisian RI untuk mengawal mobil tanki BBM agar bisa masuk ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terdapat di wilayah kemacetan. Selain itu, Pertamina juga akan menyalurkan BBM di kios atau kantong-kantong pengisian fleksibel (portable) di beberapa rest area (tempat perhentian sementara) ruas tol yang belum dilengkapi SPBU.

Ambil contoh, di Jateng ada ruas jalan tol baru, seperti Semarang-Bawen-Salatiga yang belum dilengkapi SPBU. Diharapkan, rest area di ruas tol itu setidaknya sudah bisa dilengkapi SPBU pada mudik mendatang.

"Mudah-mudahan SPBU di semarang sudah jadi, dan satunya lagi di salatiga, kami bantu pengisiannya secara mobile atau pakai kios," paparnya.

Selain Jawa Tengah, Pertamina juga memfokuskan distribusi lebaran di Sumatra Barat, mengingat provinsi tersebut memiliki tradisi Mudik Basamo. Diperkirakan, lonjakan konsumsi BBM di Sumatra Barat sebesar 22,7 persen dibanding konsumsi hariannya. 

Sementara itu, konsumsi BBM di Jawa Timur diproyeksikan meningkat 11,2 persen selama masa arus mudik dan arus balik berlangsung. "Walaupun hiruk pikuk kemacetan juga terjadi di Jawa Timur, setidaknya tidak butuh konsumsi BBM yang signifikan," jelasnya.

Sebagai informasi, Pertamina memprediksi lonjakan permintaan konsumsi BBM sejak H-12 Idul Fitri hingga H+12. Dari seluruh jenis BBM, Pertamina memprediksi kenaikan terbesar terjadi pada Pertalite dengan angka 15 persen, dari 39,42 ribu kiloliter (kl) per hari ke angka 45,13 ribu kl per hari.

Sementara itu, Pertamina memprediksi kenaikan konsumsi Pertamax dan Premium masing-masing sebesar 10 persen dan 5 persen di periode yang sama.