Pemerintah Racik Paket Kebijakan XVI Pangkas Biaya Logistik

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Kamis, 15/06/2017 07:37 WIB
Pemerintah Racik Paket Kebijakan XVI Pangkas Biaya Logistik Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, paket kebijakan ekonomi ini akan mengurangi biaya logistik. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo akan meluncurkan kebijakan ekonomi yang ditujukan untuk mendorong daya saing Indonesia dalam Paket Kebijakan XV. Paket itu digadang-gadang sebagai obat mujarab untuk memangkas biaya logistik.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo menyebut, paket kebijakan ini menyangkut pengurangan biaya logistik, dengan memudahkan regulasi yang selama ini menghambat.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pun dijadwalkan akan bertemu dengan kepala negara untuk menindaklanjuti hal tersebut.


“Jadi dalam satu paket, regulasi di Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, dan lain-lain yang berkaitan dengan logistik akan dioptimalkan untuk memperlancar proses logistik,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/6).

Paket tersebut akan mengoptimalisasi regulasi logistik di kementerian dan lembaga terkait, untuk memastikan bahwa para pelaku usaha logistik di dalam negeri bisa mendapatkan kemudahan.

Pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang merupakan poin utama dalam paket kebijakan ekonomi jilid II memang dianggap stimulus terbaik yang diberikan pemerintah karena menawarkan berbagai insentif fiskal bagi para pengusaha yang memanfaatkan PLB itu.

Namun, ia menjamin, bahwa paket kebijakan anyar pemerintah tersebut akan berbeda dengan paket logistik yang sebelumnya pernah diluncurkan pemerintah. Pun demikian, keputusan untuk merilis kebijakan tersebut tetap berada di tangan Presiden Joko Widodo.

"Ini berkaitan dengan angkutan distribusi dan sebagainya, termasuk soal Indonesia National Single Window (INSW)," pungkasnya.