Gangguan layanan perbankan ini sempat menimpa sejumlah nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada Kamis (22/6) malam, beberapa nasabah mengeluhkan status gagal transaksi tarik tunai maupun pembayaran menggunakan kartu debit Mandiri. Padahal, saldo nasabah yang bersangkutan terpotong.
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, kondisi itu timbul karena tadi malam merupakan puncak transaksi oleh nasabah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menuturkan, pekan ini transaksi yang dilakukan oleh para nasabah melonjak drastis kalau dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Ia mengkalkulasi, peningkatan transaksi tersebut bisa mencapai 40 persen dari hari-hari biasanya.
Memang, ia akui, lonjakan transaksi jelang lebaran wajar terjadi, terlebih pada pekan ini banyak perusahaan telah menyalurkan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya.
Lonjakan transaksi tersebut juga disumbang oleh peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat yang meningkat guna memenuhi kebutuhan lebaran. "Ini biasa kok, karena lebaran ya begitu banyak kebutuhan masing-masing," imbuh dia.
Bayu Hanantasena, Direktur Utama Artajasa menambahkan, dalam kondisi mendekati lebaran, bahkan transaksi bisa meningkat 50 persen. "Kenaikan transaksi ini terutama transaksi tarik tunai dan transfer antar bank," tutur Bayu.
Untuk mengantisipasi ini, Artajasa sejak 2016 lalu, telah menyiapkan peningkatan kapasitas mesin switching untuk pengelola transaksi. Biasanya, ketika lebaran, perseroan akan meningkatkan kapasitas mesin switching hingga enam kali lipat.