Mandiri Janji Kembalikan Seluruh Saldo Nasabah Pekan Ini

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Senin, 26/06/2017 13:50 WIB
Mandiri Janji Kembalikan Seluruh Saldo Nasabah Pekan Ini Seluruh pengembalian dana nasabah yang saldonya terpotong akibat gagal bertransaksi ditargetkan sebelum libur lebaran usai atau pada pekan ini. (Adhi wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri Tbk mengaku masih menyelesaikan pengembalian dana nasabah atas kegagalan transaksi pada mesin pencatatan data (Electronic Data Capture/EDC) yang terjadi pada Kamis (23/6). Seluruh pengembalian dana nasabah pun ditargetkan sebelum libur lebaran usai atau pada pekan ini.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, pihaknya saat ini telah menyelesaikan sebagian pengembalian dana nasabah yang saldonya terpotong ketika gagal melakukan transaksi. Adapun pengembalian dana, menurut dia, sudah diselesaikan untuk nasabah yang gagal bertransaksi pada mesin ATM.

"Yang EDC sekarang memang lagi proses. Kalau untuk transaksi tunai dan antar bank, semua sudah selesai. Jadi tinggal yang di merchant saja," ujar Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di sela acara halalbihalal di kawasan Senayan, Senin (26/6).


Tiko pun memastikan pihaknya dapat menyelesaikan seluruh pengembalian saldo nasabah sebelum libur lebaran berakhir. "Kami utamakan sebelum selesai lebaran yang terdebet, sudah balik lagi, sudah selesai semua," tegas Tiko.

Dia menjelaskan, penyelesaian pengambalian saldo nasabah untuk kegagalan transaksi untuk penarikan tunai maupun transfer antar bank telah diselesaikan lantaran semua kantor pendukung telah dikerahkan. Tiko pun membenarkan nilai saldo tertinggi yang gagal ditransaksikan sebesar Rp2 juta pada satu akun rekening

Adapun Tiko membenarkan bahwa nilai saldo tertinggi yang sempat tertarik mencapai Rp2 juta pada satu akun rekening. Namun, dipastikan saldo nasabah tersebut telah dikembalikan seperti semua.

Sedangkan secara kumulatif, nilai saldo nasabah yang mengalami gangguan hanya sekitar puluhan miliar. "Cuma beberapa puluhan miliar, dibandingkan nilai transaksinya sebetulnya tidak terlalu banyak," kata Tiko.

Menurut Tiko, gangguan transaksi Bank Mandiri pada Kamis lalu terjadi akibat lonjakan transaksi yang mencapai tiga kali lipat. Hal tersebut membuat layanan menjadi bertabrakan dan sistem bank tidak sinkron.

Berdasarkan catatannya, pada hari biasa, transaksi debit, baik di mesin ATM maupun di merchant sekitar 12 juta sampai 15 juta per hari. Pada jelang lebaran di tahun lalu, peningkatan jumlah transaksi tak sampai dua kali lipat, menjadi 20 juta sampai 30 juta per hari, sehingga masih bisa diatasi oleh Mandiri.

Sementara itu, jelang lebaran tahun ini, jumlah transaksinya mencapai hampir tiga kali lipat, yaitu sekitar 45 ribu sampai 50 juta per hari. "Jadi hari kamis itu memang hari terakhir (sebelum libur lebaran), itu peak-nya luar biasa. Itu di akhir hari karena banyak gaji dan THR serta pembayaran ke orang-orang," jelas Tiko.


Call Center Siaga
Tiko menghimbau, bagi nasabah yang masih mendapat gangguan untuk segera melaporkannya kepada Mandiri melalui kontak layanan pengaduan (call center) di nomor 14000. Aduan dari call center menurut dia, akan segera ditindaklanjuti oleh pihaknya, sehingga kendala langsung teratasi.

"Kalau masih ada masalah belum selesai, langsung ke 14000. Kami proses insya Allah 1-2 hari akan selesai, yang tarik tunai dalam satu hari sudah selesai semua," jelasnya.

Ke depan, Tiko memastikan bahwa Mandiri akan lebih mempersiapkan diri untuk mengatasi gangguan layanan di jelang lebaran. "Tahun depan mungkin kami akan perbaiki dari sisi back office-nya mungkin kita pakai cloud untuk extra space pada waktu processing pada hari peak seperti gitu," pungkasnya.