Dalam Acara Diaspora, Sri Mulyani Mengaku Susah Tidur

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Sabtu, 01/07/2017 16:50 WIB
Dalam Acara Diaspora, Sri Mulyani Mengaku Susah Tidur Ia mengaku kerap memikirkan cara agar masyarakat Indonesia tergugah untuk membayar pajak tanpa harus curiga uangnya disalahgunakan. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tak bisa tidur nyenyak selama menjabat kembali sebagai seorang Menteri. Ia kerap memikirkan cara agar masyarakat Indonesia tergugah untuk membayar pajak tanpa harus curiga uangnya disalahgunakan.

"Setiap malam, saya selalu berpikir. Bagaimana melakukan tugas konstitusi tapi rakyat percaya kalau apa yang dilakukannya bagus untuk negara. Bagaimana caranya meyakinkan masyarakat untuk bayar pajak. Memang bayar pajak itu tidak nyaman, tapi ini demi kepentingan bersama," ujar Sri Mulyani di Congress of Indonesian Diaspora, Sabtu (1/7).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, tugas itu dirasa berat mengingat selama ini masyarakat kerap mengasosiasikan pajak dengan tindakan rasuah. Padahal menurutnya, jika masyarakat tak bayar pajak, maka tak ada lagi yang bisa menopang penerimaan negara.


Menurut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pajak diperkirakan menyumbang sebesar Rp1.498,9 triliun atau 85,63 persen dari target penerimaan negara sebesar Rp1.750,3 triliun.

Melihat besarnya kontribusi pajak bagi penerimaan negara, ia menilai anggapan masyarakat dalam membayar pajak harus dibenahi.

"Uang pajak tidak bisa dikorupsi ini perlu diyakinkan, dan uang pajak perlu digunakan bagi kepentingan masyarakat. Hal itu yang menyebabkan saya perlu kembali ke Indonesia, saya merasa Indonesia deserve to be served with the best people," ungkapnya.

Ia melanjutkan, uang pajak itu sedianya pasti digunakan untuk membangun sumber daya manusia di seluruh Indonesia, utamanya dari segi pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, dua aspek tersebut merupakan modal utama bagi Indonesia agar lepas landas menjadi negara maju.

Sayang, ia menganggap anggaran bagi pendidikan dan kesehatan saat ini dianggapnya masih kurang cukup. Sri Mulyani kembali berkisah, ia sering tak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut.

"Di manapun Anda lahir, di Jawa, Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, mereka harus punya hak untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang baik. Memikirkan ini saya tidak bisa tidur, bagaimana bisa mewujudkan hal itu," katanya.

Demi mewujudkan hal itu, ia siap menjadi seorang menteri yang dipandang tidak populer. "Kami harus collect tax ini tentu bukan hal yang populer. Kalau Menteri yang populer, ya tidak akan pungut semuanya," pungkasnya.