Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, melintasnya truk yang kelebihan muatan bisa mengakibatkan kerusakan jalan raya lebih cepat. Harap maklum, biaya pemeliharaan jalan raya yang digelontorkan Kementerian PUPR tak murah. Pemerintah harus merogoh kocek setidaknya Rp500 miliar demi memperbaiki jalan raya sepanjang 100 kilometer (km).
"Kami akan kerja sama dengan Kementerian PUPR mengenai legitimasi fungsi-fungsi jembatan timbang yang nantinya dikolaborasikan dengan perawatan jalan. Alasannya, perawatan jalan oleh Kementerian PUPR mengeluarkan biaya yang cukup tinggi, karena jalanan justru dirusak oleh truk yang secara tidak proporsional bikin jalan raya tidak tahan lama," ujarnya, Selasa (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah dapat amanah untuk mengelola jembatan timbang dari pemerintah. Ini langkah strategis bagi perhubungan utk mengelolanya. Tinggal bagaimana jembatan timbang punya legitimasi tersendiri," katanya.
Ambil contoh, pengangkutan kapal roro dari Jakarta-Surabaya dengan jarak 765 km. Jika ditempuh menggunakan kapal roro, maka logistik bisa sampai dalam waktu 29 jam saja. Sementara, jika menggunakan jalur darat, maka barang kiriman baru sampai dua hari.
"Jika kapal roro semakin banyak digunakan, maka cita-cita kami untuk menjadikan pelabuhan Tanjung Priuk sebagai hub pelayaran bisa semakin tercapai. Salah satu syarat agar bisa menjadi hub adalah banyaknya muatan yang terdapat di dalam pelabuhan tersebut," imbuh Budi.