"Saya akan bertemu dengan manajemen Sevel. Saya kebetulan berkawan dengan pemiliknya. Kita ngobrol mengenai masalah bisnis, evaluasi kenapa. Kita ngobrol sebagai teman dan sahabat," tutur Enggartiasto pada acara halal bi halal di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (4/7).
Menurut Enggartiasto, ditutupnya seluruh gerai 7-Eleven milik PT Modern Sevel Indonesia murni merupakan keputusan bisnis. Apalagi, sejak beberapa tahun terakhir operasional perusahaan terus merugi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, mantan politisi yang memiliki latar belakang pengusaha ini mengaku pernah mengalami nasib yang sama dengan 7-Eleven dengan menutup usahanya yang merugi.
Lebih lanjut, Enggartiasto enggan berspekulasi mengenai kemungkinan tumbangnya Sevel akibat model bisnis semi cafe dari anak usaha PT Modern Internasional Tbk ini tidak cocok diterapkan di Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, penutupan seluruh gerai 7-Eleven resmi berlaku sejak 30 Juni lalu. Penutupan gerai disebut terpaksa dilakukan Modern Internasional antara lain karena gagalnya akuisisi 7-Eleven yang sebelumnya akan dilakukan PT Charoen Pokphand Restu Indonesia. Nilai akuisisi waralaba itu sebelumnya ditaksir mencapai Rp1 triliun.