"Jadi, kami tidak harus dengan stimulus khusus untuk menggerakkan ekonomi. Kalau ekonomi sedang bergerak, biarkan dia melahirkan kemampuan permintaan dari masyarakat berdasarkan perkembangan ekonomi itu," ujar Darmin di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (6/7).
Sementara, pandangan bahwa ekonomi domestik mulai bergerak ke arah positif, dilihat Darmin, dari laju ekspor yang kian menggeliat sejak memasuki tahun ini bahkan mencatatkan surplus perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ekspor yang menggeliat, Darmin melihat, secara otomatis penghasilan masyarakat akan meningkat sehingga daya beli turut tumbuh karena adanya kecukupan dana untuk melakukan belanja.
Sedangkan pemulihan ekonomi global ditunjukkan dari membaiknya harga komoditas di pasar dunia. "Ekonomi dunia sedang membaik walau tidak besar sekali," imbuh Darmin.
Bersamaan dengan daya beli masyarakat yang akan membaik, Darmin meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi akan lebih baik mulai kuartal II 2017. Bahkan, mampu melebihi pertumbuhan kuartal I 2017 sebesar 5,02 persen.
"Kuartal II lebih tinggi, bisa di atas itu (kuartal I). Umumnya kuartal II dan III membaik secara musiman dibandingkan kuartal I," terang Darmin.
Sementara itu, terkait stimulus pemerintah terhadap daya beli masyarakat melalui belanja negara, Darmin belum ingin berkomentar lebih jauh untuk menjelaskan bagaimana pertumbuhan belanja negara di kuartal II dan III nanti.
"Penghematan itu cuma belanja barang kami alihkan untuk yang lain. Tapi malah ini bisa-bisa lebih baik karena dia bisa dialokasikan dari cuma perjalanan (dinas). Pengeluaran sifatnya tetap produktif," pungkasnya.