Penyerapan Biodiesel Masih Jauh dari Target Akhir Tahun

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Sabtu, 08/07/2017 19:22 WIB
Penyerapan Biodiesel Masih Jauh dari Target Akhir Tahun Data menunjukkan, penyerapan biodiesel hingga semester I 2017 mencapai 1,18 juta kiloliter (kl) atau hanya 25,65 persen dari target setahun sebesar 4,6 juta kl. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, realisasi Bahan Bakar Nabati (BBN) di semester I ini masih jauh dari harapan. Data menunjukkan, penyerapan biodiesel hingga semester I 2017 mencapai 1,18 juta kiloliter (kl) atau hanya 25,65 persen dari target akhir tahun sebesar 4,6 juta kl.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menuturkan, minimnya penyerapan ini dikarenakan target yang terlampau optimistis.

Pasalnya, target itu juga memasukkan perkiraan permintaan dari pelaksanaan mandatori pencampuran biodiesel sebanyak 20 persen (B-20) bagi Solar non-subsidi (non-Public Service Obligation/non-PSO), yang seharusnya dimulai sejak awal tahun lalu.


Namun, hingga saat ini, pelaksanaan tersebut tidak kunjung terlaksana karena masih belum ada payung hukum yang mengatur pelaksanaan mandatori tersebut. Seharusnya, kewajiban tersebut diundangkan di dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2015. Namun, sampai saat ini, revisi tak kunjung muncul.

"Sebernarnya alasannya cukup klise, karena penyerapan sukses di tahun lalu, kami mau rambah mandatori B-20 bagi non-PSO. Tapi ujungnya, semua payung hukum diubah karena Perpres yang ada masih terbatas bagi Solar bersubsidi. Tapi kenyataannya, sekarang ada delay. Sampai saat ini Perpres belum muncul," ujar Rida di Kementerian ESDM, Jumat (7/7).

Lebih lanjut, penyerapan biodiesel bagi PSO juga tidak bisa dipercepat mengingat aturan biodiesel yang ada baru mewajibkan 20 persen biodiesel, dan tidak boleh lebih. Meski demikian, ada kemungkinan Perpres itu bisa tetap berlaku di tahun ini.

"Katanya masih review mengenai Perpres tersebut," imbuhnya.

Tetapi, secara tahunan (year-on-year), instansinya mencatat penurunan penyerapan konsumsi biodiesel.

Dari data Kementerian ESDM, penyerapan semester I tahun ini sebesar 1,18 juta kl terbilang menurun 1,67 persen dibanding tahun kemarin 1,20 juta kl.

Melemahnya penyerapan ini disebabkan karena tingginya harga minyak dunia masih rendah, sehingga disparitas harga biodiesel dan harga minyak dunia semakin jauh.

"Mudah-mudahan tidak jauh dari target yang ditetapkan," paparnya.

Sebagai informasi, target penyerapan Bahan Bakar Nabati di tahun ini tercatat 4,6 juta kl. Adapun, pada awalnya, penyerapan Bahan Bakar Nabati tahun ini tadinya dipatok 2,2 juta kl. Target ini terbilang melonjak 26,03 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 3,65 juta ton. (gir/gir)