Penguatan Harga Tambang jadi 'Perangsang' Laju IHSG
CNN Indonesia
Rabu, 19 Jul 2017 07:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (19/7), lantaran didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas tambang.
Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto megungkapkan, harga minyak mentah dunia dan nikel berhasil tumbuh pada perdagangan kemarin. Minyak berakhir di level US$46,4 per barel atau naik 0,83 persen, sedangkan nikel tercatat menguat satu persen.
"IHSG diperkirakan berpeluang bangkit (rebound) di tengah pergerakan konsolidasi,” ujarnya mengutip hasil risetnya.
Tidak hanya itu, laju IHSG juga akan ditopang oleh potensi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Namun demikian, aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar asing dikhawatirkan masih akan terjadi.
"IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.810 hingga 5.850," tulis David.
Sementara, Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya menyebut, rilis laporan keuangan kuartal II 2017 masih menjadi hal yang dinantikan oleh pasar. Sehingga, sikap pelaku pasar akan bergantung pada hasil laporan keuangan emiten sektoral.
“Selain itu, penantian terhadap rilis data perekonomian BI 7 day repo rate juga menjadi salah satu faktor yang akan cukup memberikan pengaruh terhadap pola pergerkan IHSG," tutur William.
Pada perdagangan hari ini, ia memproyeksi, IHSG berbalik arah menguat setelah sempat melemah kemarin. Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.788 dan resistance 5.876.
Sebagai informasi, laju IHSG kemarin terkoreksi 18,92 poin (0,32 persen) ke level 5.822 setelah bergerak di antara 5.806-5.831. Sementara, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp13.309 per dolar AS.
Kemudian, bursa saham Wall Street bergerak bervariasi tadi malam. Dow Jones turun 0,25 persen, sedangkan S&P500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,06 persen dan 0,47 persen.
Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto megungkapkan, harga minyak mentah dunia dan nikel berhasil tumbuh pada perdagangan kemarin. Minyak berakhir di level US$46,4 per barel atau naik 0,83 persen, sedangkan nikel tercatat menguat satu persen.
"IHSG diperkirakan berpeluang bangkit (rebound) di tengah pergerakan konsolidasi,” ujarnya mengutip hasil risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.810 hingga 5.850," tulis David.
“Selain itu, penantian terhadap rilis data perekonomian BI 7 day repo rate juga menjadi salah satu faktor yang akan cukup memberikan pengaruh terhadap pola pergerkan IHSG," tutur William.
Sebagai informasi, laju IHSG kemarin terkoreksi 18,92 poin (0,32 persen) ke level 5.822 setelah bergerak di antara 5.806-5.831. Sementara, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp13.309 per dolar AS.
Kemudian, bursa saham Wall Street bergerak bervariasi tadi malam. Dow Jones turun 0,25 persen, sedangkan S&P500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,06 persen dan 0,47 persen.