Redupnya Pamor Mal Blok M

Mohammad Safir Makki, CNN Indonesia | Selasa, 18/07/2017 17:33 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Maraknya situs belanja daring (e-commerce) mengubah peta bisnis ritel. Mal Blok M yang sempat terkenal menjadi salah satu korban perkembangan industri.

Suasana mal Blok M dari luar. Mal yang akan berusia 25 tahun oktober mendatang ini dibangun berdasarkan program kerja sama BOT dengan pemda DKI Jakarta selama 30 tahun. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Suasana Mal Blok M yang gagah di eranya. Mal Blok M diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta bapak Wiyogo Atmodarminto pada Oktober 1992. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Suasana Mal Blok M yang terlihat lengang. Banyak pusat perbelanjaan di Jakarta maupun kota disekitarnya meredup lantaran mulai ditinggalkan pembeli. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pengunjung duduk di anak tangga penghubung Terminal dan Mal Blok M. Meskipun mal ini sudah berbenah dan mempercantik interior, kesepian menjadi ancaman pedagang. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pengunjung bergegas ke lantai atas dari Mal Blok M. Konsep mal yang menyatu dengan taman kota dan terminal bus ini terdiri atas dua lapis bangunan. Luas bangunan 29.746 meter persegi, dimana dipergunakan untuk area pertokoan seluas 18.070 meter persegi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pedagang tertidur di kios pakaian muslim Mal Blok M Jakarta. Pembeli menurun dua tahun terakhir, tak banyak yang mampir hanya melintas untuk transit ke terminal blok m yang berada di atas mal. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pedagang menunggu pembeli di kios pakaian dan sepatu. Saat ini di Mal Blok M tak sampai puluhan kios yang berjualan sepatu dan pakaian. 3 tahun lalu masih banyak pilihan toko untuk berbelanja sepatu. Beberapa toko meninggalkan Mal Blok M pindah ke Blok M Square yang lebih ramai pengunjung. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Manekin yang usang ditinggalkan pedagang. Penjualan yang tak pasti dan turunnya pembeli, menjadi keputusan beberapa pedagang meninggalkan Mal Blok M. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Suasana lantai bawah Mal Blok M yang tengah ditata ulang. Dulunya tempat ini terdiri dari berbagai kios pakaian, batu akik, kantin cepat saji. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pedagang makan dan minuman menunggu pembeli. Menurun drastisnya pengunjung Mal Blok M sangat dirasakan pedagang, selain bertumbuhnya pusat perbelanjaan di pinggiran Jakarta, proyek MRT di kawasan Blok M ditengarai ikut mempengaruhi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pengunjung melintasi kios pertokoan yang disewakan di Mal Blok M Jakarta. Menurut pedagang di sini, dalam bulan ini ada 20 kios yang tutup dengan beragam alasan, habis sewa kontrak, sepinya pembeli, hingga mencari tempat baru yang ramai pengunjung. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Ibu Warniati (52) sudah 32 tahun bekerja sebagai penjaga toko pakaian. Sejak 1997, ia dipercaya mengontrol dan menjaga toko Win Win Jeans Center di Mal Blok M. Ia bercerita, dua tahun belakangan ini penjualan jeans dan kaos mulai merosot. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Danang, pengamen biola yang sering mangkal di kawasan Terminal Blok M pun ikut merasakan sepinya pengunjung, ini juga berpengaruh dengan pendapatannya. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Atap yang menyerupai kubah dan menjadi iconic Mal Blok M yang terhubung dengan terminal Blok M. Di era 90an dan 2000an tempat ini berjaya dan sebagai tempat rujukan belanja produk fashion. (CNNIndonesia/Safir Makki)