"Capaian kami di atas industri. Kalau total laba industri naik 17,2 persen, laba BTN tumbuh 22 persen," tutur Direktur Utama BTN Maryono dalam konferensi pers, Senin (24/7).
Maryono mengungkapkan, kenaikan laba BTN di paruh pertama tahun ini ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih perseroan, seiring naiknya penyaluran kredit dan penghimpunan simpanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi bisnis, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp177,4 triliun atau tumbuh 18,81 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut disumbang oleh penyaluran KPR yang mencapai Rp159,73 triliun atau tumbuh 17,68 persen (yoy).
Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, BTN mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). Secara gross, NPL BTN pada semester pertama tahun ini tercatat 3,23 persen atau turun dari periode yang sama tahun lalu 3,41 persen.
Direktur BTN Nixon Napitupulu mengungkapkan, penurunan NPL perseroan terjadi pada semua sektor. Di sektor KPR, NPL turun dari 2,8 persen ke 2,69 persen. Hal sama juga terjadi pada NPL kredit komersial yang melorot dari 7,05 persen ke 6,23 persen. Rasio pembiayaan syariah perseroan juga turun dari 1,32 persen menjadi 0,88 persen.
"Penurunan NPL berasal dari kombinasi strategi mulai mulai dari restrukturisasi kredit, penagihan, maupun penjualan jaminan," ujar Nixon.
Adapun pertumbuhan aset perseroan tercatat capai 18,23 persen menjadi Rp224,06 triliun