Seperti diketahui, satgas pangan melakukan inspeksi terhadap gudang beras PT IBU di Bekasi dan memberi police line atas stok beras sebanyak 1.161 ton.
Direktur Independen Tiga Pilar Jo Tjong Seng mengemukakan, konsumsi beras nasional rata-rata sekitar 2 juta-3 juta ton per bulan. Dengan begitu, perusahaan tidak memiliki kapasitas untuk menguasai harga beras di pasar.
"Pangsa pasar beras ini adalah di bawah 1 persen. Jadi menurut kami ini masih jauh dari kemungkinan ke arah monopoli atau oligopoli," terang Jo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya menyerap sebagian kecil dari potensi panen yang ada, tidak mungkin yang namanya penggilingan tidak kebagian," jelas Jo.
Adapun, Direktur Keuangan Tiga Pilar Sjambiri Lioe mengatakan, pihaknya optimistis pemegang saham tidak panik dengan adanya kasus ini dan menyebabkan harga saham turun cukup dalam pada Jumat (21/7) hingga ke level Rp1.205 per saham.
"Pemegang saham asing dan institusi itu 47 persen, tentu mereka bisa berpikir ini ada jalan keluarnya, dan tidak jadi panik," paparnya.
Namun, harga saham perusahaan pada pukul 13.30 WIB terpantau menguat kembali sebesar 6,77 persen ke level Rp1.340 per saham.