Director Commercial Banking Cathrine Hadiman menjelaskan, fasilitas investasi yang dimaksud berupa advisory. Dalam hal ini, perusahaan berperan sebagai perantara untuk mencari investor yang bisa mendanai proyek tersebut.
Menurut Cathrine, perusahaan memang sudah sejak tahun lalu masuk dalam pembiayaan infrastruktur dan mendukung program One Belt One Road (OBOR). Hal ini juga menyusul target pembangunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pihaknya juga tengah melirik sekitar tiga proyek lainnya. Namun, manajemen masih enggan menjelaskan lebih detil terkait sektor dari proyek tersebut.
"Misalnya bicara tentang proyek LRT, kebanyakan orang bicara bagaimana direct investment-nya. Di sini kami juga lihat siapa sub kontraktornya," papar Cathrine.
Perusahaan pun menawarkan beberapa opsi fasilitas pembiayaan infrastruktur. Bantuan tersebut, misalnya advisory, utang, dan treasury. Untuk targetnya sendiri, Cathrine menuturkan, perusahaan tidak memiliki target yang spesifik hingga akhir tahun.
Lihat juga:Dubes China Temui JK Bahas Proyek OBOR |
"Tidak ada (target), kami makin meningkat saja sejalan dengan intensitas pasar," tutupnya.