Direktur Utama (yang ditunjuk) HSBC Indonesia Sumit Dutta menjelaskan, melalui integrasi tersebut, pihaknya mampu memperluas jangkauan nasabah pada 29 kota dengan 99 kantor cabang di seluruh Indonesia. Adapun selama proses integrasi, HSBC telah menghabiskan lebih dari US$1 miliar sebagai modal maupun biaya yang telah dikeluarkan.
"Kami percaya investasi ini merupakan investasi yang berarti karena kami memiliki pandangan jangka panjang terhadap Indonesia," tutur Dutta dalam konferensi pers di World Trade Center I, Selasa (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disisi lain, integrasi juga mencakup penggabungan manajemen dan karyawan di kedua bank. Terkait hal itu, Dutta menjamin pihaknya akan memberikan pekerjaan bagi setiap karyawan yang masih ingin tetap bergabung. Melalui integrasi ini, menurut dia, setiap karyawan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk belajar dan meningkatkan keahlian di era persaingan global.
Head of Global Markets HSBC Ali Setiawan menambahkan proses, konsolidasi dan sinkronisasi manajemen di kedua bank diharapkan rampung pada akhir tahun. Dengan demikian, tahun depan perusahaan bisa lebih fokus untuk mengejar pertumbuhan.
"Walaupun kami sudah menjadi satu kami datang dari dua DNA yang berbeda sehingga kami harus bisa menyelaraskan dulu ," ujar Ali.
Untuk itu, Ali pun memperkirakan pertumbuhan kredit HSBC Indonesia tahun ini akan di bawah perkiraan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kisaran 9 hingga 12 persen.