Diprotes Karyawan, Manajemen HSBC Janji Selesaikan Persoalan

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Senin, 26/09/2016 20:33 WIB
Diprotes Karyawan, Manajemen HSBC Janji Selesaikan Persoalan Salah satu kantor HSBC di Sao Paolo, Brasil. (REUTERS/Paulo Whitaker).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen HSBC Indonesia berjanji akan menyelesaikan persoalan dengan karyawannya yang menuntut terbuka dan adil dalam proses penggabungan kedua entitas, yakni HSBC Indonesia dengan PT Bank Ekonomi Raharja Tbk.

Juru Bicara HSBC Indonesia yang enggan disebutkan namanya mengatakan, manajemen selalu berkeinginan untuk menjalin kerja sama yang erat dengan serikat pekerja perseroan. "Kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang positif," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/9).

Ia sekaligus menegaskan bahwa HSBC Indonesia tetap menjalankan kegiatan operasional dan melayani nasabah seperti biasanya.


Melalui integrasi antara HSBC Indonesia dengan Bank Ekonomi, lanjut juru bicara tersebut, manajemen mendukung agenda pemerintah dalam mengkonsolidasikan industri perbankan.

"Kami bertujuan untuk membangun landasan untuk bertumbuh agar dapat lebih berkontribusi. Kami akan mengembangkan bisnis ritel dan business banking melalui berbagai investasi yang mencakup jaringan distribusi dan digital. Di samping itu, kami juga akan memperkuat posisi kami di bisnis perbankan korporasi, serta layanan perbankan lintas negara," tegas dia.

Sebagai informasi, karyawan HSBC Indonesia dan Bank Ekonomi menuntut manajemen untuk terbuka dan adil dalam proses penggabungan kedua entitas usaha HSBC. Selain itu, karyawan yang tergabung dalam Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) mendesak intervensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku wasit industri keuangan.

Timboel Siregar, Sekretaris Jenderal OPSI mengatakan, manajemen HSBC Indonesia enggan melakukan perundingan. Selama ini, komunikasi manajemen hanya bersifat searah dengan memberikan pengumuman.

"Padahal, dari proses integrasi kedua entitas, kami melihat ada persoalan. Pertama, mereka tidak membuka ruang perundingan terkait struktur organisasinya nanti seperti apa. Kedua, kami melihat ada diskriminasi antara karyawan HSBC Indonesia dengan Bank Ekonomi," terang Timboel.

Menurut dia, berdasarkan pengumuman sementara, HSBC memberikan karyawannya hak dalam memilih hubungan kerja, tetapi karyawan Bank Ekonomi tak bisa memilih, apakah nanti mereka ditempatkan dimana, dirumahkan atau opsi lainnya.

Tahun 2009 silam, HSBC membeli 98,94 persen saham Bank Ekonomi. Karena kepemilikannya tersebut, bank yang berstatus Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) itu rencananya akan masuk ke dalam Bank Ekonomi. (bir/bir)