Juru Bicara HSBC Indonesia yang enggan disebutkan namanya mengatakan, manajemen selalu berkeinginan untuk menjalin kerja sama yang erat dengan serikat pekerja perseroan. "Kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang positif," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/9).
Ia sekaligus menegaskan bahwa HSBC Indonesia tetap menjalankan kegiatan operasional dan melayani nasabah seperti biasanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bertujuan untuk membangun landasan untuk bertumbuh agar dapat lebih berkontribusi. Kami akan mengembangkan bisnis ritel dan business banking melalui berbagai investasi yang mencakup jaringan distribusi dan digital. Di samping itu, kami juga akan memperkuat posisi kami di bisnis perbankan korporasi, serta layanan perbankan lintas negara," tegas dia.
Timboel Siregar, Sekretaris Jenderal OPSI mengatakan, manajemen HSBC Indonesia enggan melakukan perundingan. Selama ini, komunikasi manajemen hanya bersifat searah dengan memberikan pengumuman.
Menurut dia, berdasarkan pengumuman sementara, HSBC memberikan karyawannya hak dalam memilih hubungan kerja, tetapi karyawan Bank Ekonomi tak bisa memilih, apakah nanti mereka ditempatkan dimana, dirumahkan atau opsi lainnya.
Tahun 2009 silam, HSBC membeli 98,94 persen saham Bank Ekonomi. Karena kepemilikannya tersebut, bank yang berstatus Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) itu rencananya akan masuk ke dalam Bank Ekonomi. (bir)