VP Komunikasi KCJ Eva Chairunisa mengatakan, dengan jarak tempuh mencapai 43,9 kilo meter (KM), penumpang KRL Jakarta-Cikarang cukup mengeluarkan biaya hingga Rp5.000 per penumpang.
"Pokoknya formula tarifnya tidak berubah, hanya batas stasiunnya saja yang ditambah. Perhitungannya tetap di 25 km pertama di Rp3.000 rupiah dan setiap kilometer selanjutnya Rp1.500, kalau ditotal 43,9 km itu tarifnya sampai Rp5.000," ujar Eva di Cikarang, Jumat (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eva, tarif tersebut lebih murah jika dibandingkan dengan tarif angkutan umum lain yang biasa digunakan para warga Cikarang yang ingin menuju Jakarta. Waktu tempuh yang dilalui pun menjadi lebih singkat yakni hanya 1 jam 20 menit.
Lihat juga:KCJ Uji Coba KRL Jakarta-Cikarang |
Saat ini jumlah rata-rata penumpang KRL lintas Bekasi-Jakarta mencapai 75 ribu hingga 95 ribu penumpang per hari. Sementara itu, jumlah rata-rata penumpang Stasiun Cikarang saat ini mencapai 650 penumpang di hari kerja dan 1.000 penumpang di hari libur.
"Karakteristiknya satu bulan ke depan akan ada peningkatan, apalagi kalau dilihat dari konteks akses Cikarang memakan waktu cukup lama, saya rasa ini banyak digunakan masyarakat untuk bekerja atau aktivitas lainnya," katanya.
Sementara dari Cikarang, stasiun yang sama akan dilewati oleh KRL. Bila ingin transit, penumpang bisa turun di Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai. Jatinegara merupakan tempat transit bagi penumpang yang ingin melanjutkan ke Stasiun Senen. Sementara Manggarai adalah tempat transit bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan Bogor dan Tanah Abang.