"Kenaikan ini pun masih lebih rendah dari garis tren rata-rata yang dibentuk di minggu sebelumnya," terang analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada dalam risetnya.
Namun begitu, hal ini perlu didukung oleh peningkatan aksi beli yang dilakukan oleh pelaku pasar. Menurut Reza, sebagian pelaku pasar tertarik untuk membeli saham properti dan industri dasar sejak perdagangan kemarin.
"Pergerakan positif pada saham-saham properti yang diasumsikan memberikan kinerja yang masih bertumbuh positif serta adanya rencana ekspansi dari beberapa emiten pengembang," papar Reza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya menyebut, laju indeks diprediksi kembali menguat dengan rentang support 5.767 dan resistance 5.876.
"Hal ini juga tercermin juga dalam rilis data perekonomian consumer confidence yang mengalami peningkatan," kata William dalam risetnya.
Adapun, IHSG kemarin ditutup menguat 13,44 poin (0,23 persen) ke level 5.824 setelah bergerak di antara 5.792-5.824. Sayangnya, mata uang rupiah melemah 20 poin (0,15 persen) di Rp13.333 per dolar AS. (gir)