Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, saat ini IHSG masih berada di area konsolidasi seiring dengan aksi jual asing yang terus berlangsung.
"Konsolidasi masih terlihat ditengah capital outflow yang masih terjadi," ungkap William dalam risetnya, dikutip Jumat (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati masih adanya capital outflow, William menilai, perekonomian dalam negeri yang masih stabil mampu menopang indeks bertahan di teritori positif. Ia memprediksi, IHSG berada dalam rentang support 5.768 dan resistance 5.881.
Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG rentan melemah karena mulai berkurangnya aksi beli pelaku pasar. Jika tidak melemah, ada kemungkinan indeks hanya menguat tipis.
Sepanjang hari ini, Reza memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 5.800-5.813 dan resistance 5.836-5.846.
Seperti diketahui, IHSG ditutup menguat 1,93 poin (0,03 persen) ke level 5.825 setelah bergerak di antara 5.810-5.833. Sayang, hal ini tidak sejalan dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang ditutup stagnan di level Rp13.333.
"Adanya aksi beli jelang penutupan mampu membuat IHSG kembali menguat di haril ulang tahun pasar modal" papar Reza.
Namun, seluruh indeks saham Wall Street terkoreksi tadi malam. Terpantau, indeks Dow Jones turun 0,93 persen, S&P500 melemah 1,45 persen, dan Nasdaq anjlok hingga 2,13 persen.