Dia menyayangkan hal itu karena menurutnya variasi kopi di Indonesia sangat beragam, mulai dari gayo, mandailing, hingga kintamani, tetapi hanya diekspor dalam bentuk mentah atau sekadar biji kopi.
"Yang penting adalah bagaimana produk kopi ini tidak dijual mentahan," kata Jokowi usai menyeruput kopi khas Bali di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, langkah ini juga dapat membantu untuk mengenalkan merek kopi Indonesia di kancah internasional, terutama di negara-negara dengan penduduk yang gemar meminum kopi.
Dia menuturkan, harapan tersebut dapat diwujudkan dengan menyediakan sarana pelatihan bagi para barista di Indonesia.
"Kopinya dari sini ada, baristanya siap. Ini akan digarap besar-besaran. Sehingga bisa saja menjadi barista di rumah-rumah pribadi atau barista di kafe-kafe," katanya. (gir/ugo)