Indonesia dan Singapura Jajaki Kerja Sama Baru di Enam Bidang

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 28/07/2017 14:36 WIB
Indonesia dan Singapura Jajaki Kerja Sama Baru di Enam Bidang Kerja sama di enam bidang ini rencananya akan dibawa pada pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura yang berlangsung September nanti. (ANTARA FOTO/AACC2015/Subekti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia dan Singapura berencana untuk meningkatkan kerja sama ekonomi pada enam bidang. Adapun, keenam bidang tersebut adalah pengembangan kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan dan Karimun, investasi, transportasi, ketenagakerjaan, pariwisata, dan agribisnis.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, kerja sama di enam bidang ini rencananya akan dibawa pada pertemuan antar pemimpin kedua negara yang berlangsung September nanti. Beberapa proyek memang akan ditawarkan, namun realisasinya mungkin tak bisa cepat-cepat.

"Kerja sama ini kan pelan-pelan, dan kami persiapkan working group untuk enam isu tersebut," jelas Darmin ditemui di Hotel Borobudur, Jumat (28/7).


Darmin berharap, kerja sama ini bisa menghasilkan dampak signifikan seperti Kawasan Industri Kendal (KIK) yang merupakan buah kerja sama bisnis antara Indonesia dan Singapura.
Sebagai informasi, Kawasan Industri Kendal merupakan usaha patungan antara anak perusahaan PT Jababeka Tbk, Graha Buana Cikarang dengan perusahaan asal Singapura, Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., yang merupakan anak perusahaan Sembawang Development Ltd. Sebanyak 51 persen kepemilikan Kawasan Industri Kendal dikuasai oleh Jababeka, sedangkan Sembcorp mengempit 49 persen saham sisanya.

Adapun rencananya, Kawasan Industri Kendal memiliki luas 2.700 hektare dan menyerap investasi Rp160 triliun hingga Rp200 triliun dalam lima tahun mendatang. "Seperti Kendal pun lahir dari perundingan kerja sama dengan Singapura," tambahnya.

Melengkapi ucapan Darmin, Deputi bidang Kerjasama Internasional Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan, Indonesia dan Singapura sebetulnya telah memiliki detail proyek yang sekiranya akan dikerjasamakan. Namun, ia enggan memberitahu, sebab poin-poin kerja sama ini belum dilaporkan kepada masing-masing kepala negara.
Namun, dia memastikan, kerja sama yang dilakukan antara kedua negara akan berkaitan dengan ketenagalistrikan, kawasan industri, serta penerbangan. "Kerja sama ini tentu penting, apalagi investasi asal Singapura mendominasi Penanaman Modal Asing (PMA)," ujarnya.

Sebagai informasi, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa realisasi investasi asal negeri singa itu tercatat US$3,66 miliar sepanjang semester I 2017, atau mengambil 23,57 persen dari total realisasi PMA semester I sebesar US$15,53 miliar.

Angka itu menurun 25,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$4,89 miliar.