Dalam draf Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (RAPBN)2018 yang diterima oleh CNNIndonesia.com, disebutkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama akan didorong oleh peningkatan kinerja investasi dan ekspor.
Kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang telah bergulir tahun 2016-2017 diharapkan dapat memberikan dorongan peningkatan pada sisi investasi di sektor riil, sementara di sisi lain pemerintah akan mendorong investasi di bidang infrastruktur dan memperbaiki kualitas daya saing
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Juli 2017, Neraca Dagang Defisit |
Dalam draf APBN 2018, pemerintah juga menetapkan besaran inflasi sebesar 3,5 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebesar Rp13.500 per dolar, dan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,3 persen. Kemudian harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$48 per barel, lifting mintak Indonesia sebesar 800 ribu barel per hari, dan lifting gas mencapai 1.200 ribu barel setara minyak per hari.
"Kondisi saat ini juga terlihat kurang begitu baik, misalnya konsumsi masyarakat sebagai motor pertumbuhan utama masih tumbuh dibawah 5 persen bahkan disaat puncak permintaan Ramadhan dan Lebaran," katanya.
"Kenaikan harga minyak diprediksi akan berlanjut di tahun 2018 seiring pulihnya permintaan Negara importir minyak seperti China dan AS," ujarnya.
Kenaikan harga minyak mentah dikhawatirkan akan memicu kenaikan inflasi administered price baik BBM bersubsidi, listrik maupun LPG 3 kg. Ia menyebut proyeksi inflasi di 2018 paling moderat berada di angka 4 persen hingga 4,5 persen.