Direktur Utama PI Energi Tentaminarto Tri Februartono mengungkapkan, aksi korporasi ini merupakan penugasan yang sengaja diberikan oleh induk usaha. Menurutnya, Pupuk Indonesia memang menginginkan PI Energi untuk mengoperasikan seluruh pembangkit yang memasok listrik bagi kebutuhan produksi pupuk. Jika energi dikelola secara mandiri, maka biaya produksi Pupuk Indonesia diharapkan bisa semakin efisien.
Selain itu, PI Energi juga diharapkan bisa membidik proyek-proyek strategis di luar kebutuhan Pupuk Indonesia. “Di dalam pendiriannya, PI Energi ditugaskan mengambil semua bisnis yang terkait energi listrik. Tahun depan kami harap kapasitas yang kami kelola bisa mencapai 100 MW,” ujar Tentaminarto, Jumat (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Tentaminarto masih belum tahu ihwal nilai akuisisi tersebut. Ia sendiri berharap akuisisi ini bisa rampung dalam waktu dekat. “Karena nanti ekuitasnya masih akan dihitung oleh lembaga penilai independen. Tapi, secara garis besar, nilai proyeknya sendiri sekitar Rp1 triliun,” paparnya.
Tak hanya akuisisi, pengembangan energi listrik rencananya akan dilakukan melalui pengembangan pembangkit baru. Tentaminarto mencontohkan, saat ini perusahaan tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Gresik berkapasitas 22 MW yang akan memasok pabrik amonia-urea milik PT Petrokimia Gresik. Ia berharap, PLTG ini bisa beroperasi penuh tahun depan.
Sebagai informasi, PI Energi mulai beroperasi sejak 2014 dengan kepemilikan Pupuk Indonesia sebesar 50 persen, PT Pupuk Siriwijaya, PT Pupuk Kaltim, dan PT Petrokimia Gresik masing-masing sebesar 10 persen, serta PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kujang, dan PT Rekayasa Industri yang masing-masing mengempit 5 persen.