Papan tersebut bertuliskan, "Dikarenakan respon yang sangat luar biasa, Bazaar Nike hari ini ditutup. Nantikan info selanjutnya. Terima kasih atas kesabarannya dan pengertiannya".
Padahal, Sandy mengaku, tergiur untuk membawa pulang sepatu olahraga merek Nike Air yang dibanderol dengan harga murah. Niat itu urung lantaran penyelenggara menutup bazaar secara mendadak dari rencana semula, yaitu hingga 27 Agustus mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang tinggal di Bogor, Jawa Barat, tersebut mengklaim telah mendapatkan titipan sepatu dari beberapa temannya. Ia bahkan telah menyiapkan dana hingga Rp2,6 juta untuk memborong 10 pasang sepatu Nike.
Pengalaman pahit Sandy juga dialami pengunjung lainnya, yaitu Elma Safitri. Ia juga mengaku, tak tahu soal penutupan dadakan Nike Bazaar tersebut. Ia telah menyiapkan dana belasan juta untuk membeli 30 pasang sepatu Nike bersama lima teman lainnya.
"Ke sini kan mau borong karena kan banyak yang nitip juga dari yang luar Jakarta," ucap Elma.
"Kan lumayan juga. Mereka nitip nanti kan ada komisi, jadi ada lebihnya. Ya, biasa namanya mahasiswa dibisnisin," imbuh dia.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari media sosial yang dipantaunya hanya imbauan agar tidak datang pada jam pulang kerja. Namun, untuk penutupan tersebut diketahuinya saat sampai di Grand Indonesia.
Seperti diketahui, bazaar Nike telah dilakukan sejak 21 Agustus kemarin. Salah satu petugas keamanan mal setempat menyebut, total pengunjung bazaar memang membludak hingga 9 ribu orang kemarin.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada hari ini, terlihat masih banyak pengunjung yang datang karena tidak tahu terkait penutupan tersebut. Selain itu, terdapat beberapa petugas keamanan Grand Indonesia dan satu regu anggota polisi di area bazaar Nike.