Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, pilihan untuk memberikan atau tidak memberikan otorisasi tersebut harus tercantum secara jelas dalam formulir yang diisi oleh nasabah.
"Kalau memang nasabah yang bersangkutan memberikan hak kepada bank untuk memberikan informasinya kepada pihak lain. Ya berarti, yang bersangkutan sudah membolehkan," ujarnya, Jumat (25/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat harus paham begitu mengisi formulir yang ada data pribadinya. Form itu harus dibaca. Ada atau tidak yang memberikan otorisasi kepada pihak lain terkait informasi bisa diperjualbelikan atau dibagikan ke pihak lain," imbuh dia.
Lihat juga:Penjual Data Nasabah Bank Ditangkap Polisi |
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka mengumpulkan data nasabah dari bagian pemasaran sejumlah bank sejak 2010 silam. Kemudian, tersangka menjual data tersebut secara paket, mulai dari Rp350 ribu hingga jutaan rupiah.
Terkait kasus ini, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) bekerja sama dengan regulator, OJK, untuk mencari sumber kebocoran data nasabah.