Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto mengungkapkan, kedua transmisi ini bisa menekan susut distribusi dan meningkatkan keandalan tegangan listrik di Sumatera. Dengan demikian, PLN bisa meningkatkan potensi pendapatan Rp24,7 miliar per bulan, di mana Rp8,2 miliar berasal dari transmisi Bukit Kemuning-Liwa dan sisanya berasal dari transmisi Tenayan-Perawang.
"Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah setempat dan warga yang merelakan lahannya untuk pembangunan tapak tower. Tentu saja, semangat dari seluruh tim di lapangan juga menjadi kunci percepatan jaringan transmisi di Sumatera," ungkap Wiluyo melalui siaran pers dikutip Senin (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun hingga semester I tahun ini, PLN telah menyelesaikan 1.658 kms tol listrik yang membentang dari Lahat-Payakumbuh, Sarulla-Sidempuan, dan Pangkalan Susu-Galang. Selain itu, perusahaan juga telah membebaskan lahan untuk pembangunan selanjutnya, yakni 2.213 titik tapak tower.
"Makin cepat penyelesaian tol listrik, evakuasi daya makin terjamin dan pasokan listrik makin andal tak kalah penting hal ini menyebabkan PLN berpotensi menghemat miliaran rupiah per bulan," paparnya.
Sekadar informasi, PLN berencana untuk membangun transmisi sepanjang 46 ribu kms untuk menyokong program 35 ribu Megawatt (MW). Khusus Sumatera, transmisi yang akan dibangun mencapai 19 ribu kms, atau 54,28 persen dari total panjang transmisi.