Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, untuk tahap pertama, proses IPO pada Oktober akan dimulai oleh anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yakni PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF AeroAsia).
Selanjutnya, secara berurutan oleh PT PP Presisi, anak usaha PT PP (Persero) Tbk, PT Wika Gedung anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa Armada Indonesia anak usaha dari PT Pelindo II (Persero) yang ditargetkan melantai paling lambat pada Desember 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menuturkan, dengan rencana jadwal tersebut diharapkan proses IPO bisa berjalan teratur dan mencegah 'perang' investor di pasar modal dalam berburu saham.
Dari aksi keempat anak usaha BUMN tersebut, dana segar yang mampu terhimpun diharapkan mencapai Rp11,1 triliun. Dana itu akan dimanfaatkan untuk kekuatan permodalan keempat perusahaan tersebut.
Tidak hanya itu, dalam upaya meraih dana segar baru, BUMN juga akan memanfaatkannya dengan menerbitkan obligasi, rights issue, serta instrumen baru, yakni sekuritisasi.