Saat ini, kata Lenis masyarakat Papua baru mendapatkan dana sebesar satu persen.
"Freeport hanya kasih satu persen, kalau satu persen untuk tujuh suku, tujuh bagi satu persen itu berapa," kata Lenis di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan dana tersebut, kata Lenis akan sangat membantu masyarakat Papua dalam meningkatkan kesejahteraan hidup.
"Kebijakan pemerintah satu persen itu bisa naik apa enggak, kalau itu naik masyarakat Papua jadi sejahtera, baru pegawai diprioritaskan, dibina, dilatih agar enggak jadi pengangguran," ujarnya.
Adat Papua
Selain itu, Lenis juga mengimbau pemerintah untuk memperhatikan adat Papua. Lenis berpendapat, adat di Papua sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Papua yang perlu untuk dihormati.
"Papua itu tujuh suku, lembaga adat itu sebagai pengawas, sekarang tujuh suku harus diberikan hak mereka, masing-masing kabupaten itu dibina masyarakat adat. Papua sebelum Indonesia merdeka itu adat dulu, agama baru pemerintah, jangan kita lupakan adat,” tutur Lenis.
Meski berharap ada kenaikan jumlah dana yang diberikan Freeport kepada masyarakat Papua, Lenis enggan menyebutkan berapa persen dana ideal yang seharusnya diberikan.
Ini merupakan bagian dari poin kesepakatan Freeport selain kesepakatan pembangunan smelter, perpanjangan operasi sepanjang 2x10 tahun, dan peraturan fiskal yang jelas bagi operasional Freeport.
(asa)