Klaim Asuransi Satelit Telkom yang Rusak Disebut Tak Jumbo

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Rabu, 06/09/2017 20:03 WIB
Klaim Asuransi Satelit Telkom yang Rusak Disebut Tak Jumbo PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) menyatakan risiko asuransi terbesar untuk lini usaha satelit berada saat hendak diluncurkan. (REUTERS/Ilya Naymushin)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo menyatakan masih menunggu jumlah klaim dari kliennya, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom atas kerusakan satelit Telkom-1.

Kepala Biro Manajemen Risiko Jasindo Anita Widodo menyebut, jumlah klaim yang akan diajukan oleh Telkom diproyeksi tidak jumbo. Pasalnya, risiko asuransi terbesar untuk lini usaha satelit berada saat hendak diluncurkan.

"Asuransi satelit itu risiko terbesarnya yang ditanggung dari peluncuran sampai satelit berhasil ke orbitnya, orbit yang diharapkan," ucap Anita, Rabu (6/9).



Dengan demikian, ia menganggap, apa yang telah terjadi pada satelit Telkom-1 tidak akan menghasilkan permintaan klaim yang besar dibandingkan bila ada satelit yang gagal meluncur atau sampai ke orbit.

"Kalau pun ada klaim, jumlah relatif kecil karena risiko asuransi terbesar saat peluncuran," sambungnya.

Ia menyadari, gangguan satelit Telkom-1 menyebabkan ribuan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tidak bisa beroperasi. Namun, sementara beban itu akan masuk dalam kas masing-masing perbankan.

"Jadi dalam hal ini perusahaan asuransi tidak dituntut klaim nya," terang Anita.

Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Abdus Somad Arief menuturkan, kerusakan satelit Telkom-1 tidak akan menjadi beban yang mengurangi kas perusahaan secara signifikan.


Ia tak menampik pihaknya masih melakukan penghitungan kerugian atas kejadian tersebut. Namun, perusahaan lebih fokus pada target pemulihan 15 ribu site hingga 10 September mendatang.

Satelit Telkom-1 mulai rusak pada Jumat (25/8) lalu, ditandai dengan beberapa mesin ATM hingga stasiun televisi yang tidak beroperasi secara normal.