RI-Singapura Akan Sulap Batam jadi Perluasan Ekonomi Digital

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 08/09/2017 15:30 WIB
RI-Singapura Akan Sulap Batam jadi Perluasan Ekonomi Digital Pilihan terhadap Batam, karena dua pimpinan negara menganggap pulau ini terletak di antara Indonesia dan Singapura. (REUTERS/Edgar Su).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyepakati sejumlah kerja sama. Salah satunya, pengembangan ekonomi digital di Batam. Pilihan terhadap Batam, karena dua pimpinan negara menganggap pulau ini terletak di antara Indonesia dan Singapura.

Jokowi menilai, Batam merupakan tempat ideal kedua negara mengembangkan kerja sama ini. Dari sana, Indonesia dan Singapura dapat mengembangkan digital park cluster pembangunan perusahaan rintisan (start-up) incubator, training for trainers untuk pekerja teknologi informasi (TI) dan dosen.

"Kerja sama ekonomi digital bukan lagi merupakan opsi, namun sebuah keniscayaan. Ini akan menjadi prioritas bagi Indonesia dan Singapura," ujarnya melalui keterangan resmi dari Singapura, Kamis (7/9).


Kerja sama ekonomi digital diyakini membuat dua negara pendiri ASEAN ini melompat maju bersama. Kerja sama ini disambut baik PM Lee. Ia menyatakan, kerja sama yang sebelumnya dibangun bersama di Kendal juga berjalan baik. Diharapkan, kesuksesan serupa akan terjadi juga di Batam.

Selain ekonomi digital, kedua kepala negara ini juga menyepakati meningkatkan kerja sama dalam sektor pariwisata, seperti pengoperasian wisata kapal pesiar, pembangunan dermaga kapal pesiar, dan peningkatan investasi infrastruktur pariwisata.

"Kerja sama pariwisata merupakan peluang yang belum dioptimalkan. Destinasi wisata baru terus dikembangkan," kata Jokowi.

Menurut dia, hal ini menjadi salah satu kesepakatan istimewa sebab dilaksanakan dalam peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura.

Negeri berlambang singa ini disebut telah menjadi mitra utama Indonesia di bidang pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Sehingga, dalam pertemuan tadi, perwakilan kedua negara menandatangani sejumlah nota kesepahaman, seperti di bidang pendidikan, pelatihan vokasional, pendidikan tinggi, dan pengelolaan risiko bencana.