Walaupun demikian, kata dia, perekonomian masih akan ditopang oleh dua indikator utama. Pertama adalah konsumsi rumah tangga yang diharapkan tumbuh di kisaran lima persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi sebesar 5,2 persen.
"Ini dengan catatan bahwa pertumbuhan sektor investasi bisa meningkat di atas lima persen," ujar Sri Mulyani di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (7/9).
Untuk konsumsi rumah tangga, Sri Mulyani percaya pertumbuhannya terus membaik, tercermin dari deflasi Agustus sebesar 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen Positif
Lalu, dari sisi investasi, dipercaya bisa tumbuh lebih baik melanjutkan pertumbuhan kuartal I dan kuartal II tahun ini. Tercatat, pertumbuhan investasi Januari-Maret sebesar 4,78 persen dan investasi April-Juni 5,35 persen.
Bersamaan dengan PMA dan PMDN yang bertumbuh, dia juga meyakini bahwa kredit perbankan bisa kembali tumbuh, setelah banyak perusahaan dan perbankan melakukan konsolidasi kredit akibat harga komoditas yang turun.