CEO Sinarmas Cepsa Kung Chee Wan mengatakan, pabrik ini akan menghasilkan produk oleochemical sebanyak 200 ribu ton dengan rincian fatty alcohol berkapasitas 160 ribu ton per tahun, 20 ribu ton gliserin dan 20 ribu ton fatty acid.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa pabrik tidak akan beroperasi secara penuh di tahun ini. Sebab, perusahaan masih akan melakukan uji coba untuk setiap produknya. Adapun, proses produksi sudah mulai sejak bulan Maret 2017 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, pabrik ini mendapat pasokan Palm Kernel Oil (PKO) dari pabrik kelolaan Golden Agri Resources Ltd dengan volume 200 ribu ton per tahun.
"Jika memang produksi bagus, maka kami bisa melakukan ekspansi produksi. Apalagi lahan kami pun masih luas di Dumai," jelasnya.
Sementara itu, Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food Franky Widjaja mengatakan, pembukaan pabrik ini diharapkan mampu menyerap 1.500 pekerja ke depannya.
Bahkan selama masa konstruksi kemarin, ia mengklaim ada 2 ribu tenaga kerja yang dilibatkan.
"Kami sudah bangun dari atas sampai bawah, dan tentu membutuhkan jam kerja yang tak sedikit," ujarnya.
Sinarmas dan CEPSA masing-masing mengempit saham 50 persen di proyek perusahaan patungan ini. Adapun, joint venture ini sudah berdiri sejak tahun 2014.