Sayang, Direktur Jenderal Agro Kemenperin Panggah Susanto enggan menyebut nama perusahaan atau nilai investasi yang akan digelontorkan oleh perusahaan .tersebut. “Rencananya akan ada yang mengembangkan, lokasinya di Batam,” ujar Panggah singkat ditemui di Dumai, Riau, Kamis (14/9).
Ia melanjutkan, pengembangan ini tentunya akan menambah jumlah varian poduk derivatif kelapa sawit yang saat ini berjumlah lebih dari 150 jenis. Adapun menurutnya, tren variasi produk turunan dari kelapa sawit memang meningkat sejak hiliriasi kelapa sawit digalakkan pada 2011 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jumlah variasi produk derivatif kelapa sawit saat ini sudah cukup banyak, berbeda dengan tahun 2011 yang hanya 50-an produk,” paparnya.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku cukup puas dengan kontribusi sektor hilir kelapa sawit dalam beberapa terakhir. Sebab menurutnya, hingga akhir 2016, nilai industri keapa sawit dan turunannya telah mencapai US$20 miliar.
“Ini cukup bagus karena kami bisa menciptakan nilai tambah dari komoditas unggulan. Kami harap, pohon industri dari kelapa sawit ini bisa lebih banyak lagi,” jelasnya.
Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor nilai ekspor produk hilir kelapa sawit pada akhir 2010 tercatat US$7,2 miliar. Angka ini kemudian naik signifikan 118,05 persen ke angka S$15,7 milar di akhir tahun 2016.