"Kita sudah berpuluh-puluh tahun hanya 780 kilometer. Padahal yang namanya China, per tahun bisa membangun 4 ribu sampai 5 ribu kilometer," kata Presiden Joko Widodo usai meresmikan Jalan Tol Ruas Bawen-Salatiga pada Senin (25/9) sore.
Jokowi menambahkan, yang menjadi kendala utama pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia adalah pembebasan lahan. Penolakan warga dan masalah lain di lapangan membuat proyek infrastruktur jalan selalu berjalan lama, bahkan molor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lihat dan cek, ternyata ada di masalah pembebasan lahan. Tapi sekarang kuncinya sudah ketemu, akan kami coba selesaikan. Kalau masalah konstruksi, kita mampu untuk itu", tambah Jokowi.
Tol ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer ini merupakan tahapan ketiga dari Proyek Tol Semarang - Solo sepanjang 73 kilometer.
Sebelumnya, Pemerintah telah menyelesaikan dan meresmikan tol ruas Semarang-Ungaran sejauh 10,8 kilometer pada 2011 dan Ungaran-Bawen sepanjang 12 kilometer pada 2014 lalu. Kini, Pemerintah tinggal menyelesaikan ruas Salatiga-Solo yang kemudian tersambung dengan ruas tol Solo-Ngawi-Kertosono dan Surabaya. (gir)