Badan itu menyatakan dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif atau merata ke seluruh desil pendapatan, tingkat kemiskinan akan mencapai 0,02 persen pada 2045.
“Dengan pertumbuhan ekonomi inklusif, tingkat kemiskinan mendekati 0 pada 2014,” demikian keterangan Orasi Ilmiah Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (28/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Bappenas menyatakan, upaya pemerataan juga dilakukan dengan membangun dan memperkuat rantai industri produk unggulan.
Di antaranya adalah Pulau Kalimantan yang akan diprioritaskan pusat pertambangan dan kehutanan, sehingga ditargetkan ekonomi tumbuh 6,9 persen per tahun.
Lihat juga:Pemerintah Diminta Batasi Kekayaan Taipan |
Bukan Sekelompok Orang
Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan kemakmuran tak hanya ditujukan kepada sekelompok orang, melainkan untuk bersama. Dia menginginkan kemakmuran yang berkeadilan.
Oleh karena itu, dia menuturkan, diperlukan tiga syarat pokok yakni keberpihakan, usaha bersama dengan semangat gotong-royong hingga pencapaian kemakmuran yang inklusif.
“Semua warga negara tanpa kecuali harus mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Jokowi dalam keterangan resminya.