Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengungkapkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menginstruksikan Inspektur Jenderal (Irjen) Sumiyati untuk melakukan pengusutan dari sisi internal.
"Irjen (Sumiyati) sudah diminta Ibu Menteri (Sri Mulyani) menelusuri, tapi sampai sekarang kami belum dapat," tutur Nufransa saat ditemui di Gedung Djuanda 1 Kemenkeu, Jumat (29/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Irjen sudah bergerak. Kan bisa saja suratnya bocornya tidak di Kemenkeu, tetapi di tempat lain juga. Kami kan tidak tahu," ungkapnya.
Terkait pengiriman surat, Nufransa mengungkapkan Kemenkeu secara rutin mengirimkan surat kepada perusahaan pelat merah untuk mengingatkan terkait kondisi keuangan. Hal itu sebagai bagian dari pengelolaan risiko fiskal.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Mulyani sempat khawatir terhadap kinerja keuangan PLN lantaran penjualan listrik tak mencapai target dan diiringi dengan kebijakan pemerintah yang tak ingin harga setrum berubah hingga akhir tahun nanti. Hal ini bisa berakibat pada kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utangnya dan memberatkan kemampuan investasi PLN dalam menyelesaikan proyek 35 ribu Megawatt (MW). Jika dibiarkan terus, maka dinilai bisa membebani risiko fiskal di APBN, mengingat sebagian besar penjaminan pinjaman disediakan oleh negara.
Kekhawatiran itu dituangkan Sri Mulyani ke dalam surat nomor S-781/MK.08/2017 yang dilayangkan ke Menteri ESDM dan Menteri BUMN tertanggal 19 September 2017 lalu. (agi)